Kopi Robusta! Kopi Populer di Kalangan Anak Muda Indonesia

Menikmati kopi sambil berkumpul bersama teman memang momen paliing seru entah untuk berdiskusi atau sekedar mengobol. Jika kita tanya pada anak muda pecinta kopi tentang apa saja yang diketahui pasti yang pertama kali disebutkan adalah robusta atau arabika. Tak heran kedua jenis kopi ini sudah terkenal di Indonesia bahkan dunia.

 

Apa Itu Kopi Robusta?

Kopi robusta dengan nama latin Coffea canephora atau coffea robusta merupakan keturunan dari beberapa spesies kopi. Kopi yang tumbuh baik pada ketinggian 400-700 mdpl dengan temperatur 21-24 derajat celcius.  Sesuai arti namanya “Robust” dalam istilah bahasa inggris yang artinya kuat. Sehingga tak heran memiliki cita rasa kuat dan juga cenderung lebih pahit dibandingkan arabika.

Tanaman Robusta memiliki sistem akar yang dangkal dan tumbuh menjadi phon atau perdu hingga mencapai 10 meter. Robusta membutuhkan waktu sekitar 10-11 bulan bagi buahnya untuk masak  hingga menghasilkan biji kopi yang diinginkan dan juga masa berbunganya yang tidak teratur.

 

Sejarah Kopi Robusta di Indonesia

Kopi robusta ditemukan pertama kali di Kongo sekitar tahun 1898 oleh seorang ahli botani dari Belgia. Robusta sendiri merupakan tanaman asli Afrika meliputi Kongo, Sudan, Liberia, dan Uganda. Robusta mulai berkembang pesat pada awal abad ke-20 oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia.

Tahun 1878 seluruh perkebunan kopi di Indonesia mengalami kerusakan terutama di dataran rendah akibat terserang penyakit karat daun (Hemileia Vastatix). Setelah diteliti, ternyata spesies kopi arabika rentan terhadap serangan hama, begitupun saat Belanda mengganti arabika dengan liberika tanaman ini pun memiliki permasalahan yang sama.

gambar kopi robusta

Pada tahun 1902 didatangkan jenis kopi baru yaitu kopi robusta berasal dari kebun raya Jardine di Brussel, Belgia. Ternyata sangat cocok untuk ditanami di Indonesia karena sudah dipastikan tahan dari serangan penyakit karat daun.  Tahun 1907 tanaman kopi liberika akhirnya diganti dengan robusta.

Sejak menjajah dan membudidayakan kopi di Indonesia, Belanda menjadi pemasok terbesar kopi dunia. Tapi semenjak kemerdekaan Indonesia , semua perkebunan kopi belanda yang terdapat di Indonesia di nasionalisasikan. Kini Indonesia menjadi penghasil kopi robusta terbesar dunia setelah vietnam dan Brazil.

Itulah mengapa biji kopi yang tumbuh di Indonesia terdiri dari 3 jenis yaitu robusta, arabika, dan liberika. Di Indonesia 80% perkebunan kopi didominasi oleh robusta, 17% arabika dan sisanya perkebunan liberika dan excelsa

 

Ciri-Ciri Kopi Robusta

Memiliki bentuk batang berkayu, keras tegak dan warnanya seperti putih ke abu-abuan. Tumbuh di daratan 400-800 mdpl dengan ketinggian pohon sekitar 4-6 meter. Suhu pertumbuhan yang baik 21-24 derajat celcius . Robusta membutuhkan waktu 10-11 bulan untuk buahnya masak dan Ketika matang, buah tetap menempel di pohon.

manfaat kopi robusta

Akarnya dangkal serta ruas cabangnya pendek, bentuk bijinya agak bulat serta lengkungan bijinya lebih tebal dibandingkan dengan arabika. Bentuknya yang bulat telur memiliki diameter antar 15-18mm, berwarna hijau ketika muda dan merah ketika sudah matang kemudian menjadi hitam jika kering. Belahan tengah bijinya dari atas sampai bawah hampir rata. Lebih kuat/tahan terhadap serangan HPT  dan untuk hasil produksinya  antara 2000-4000 kg/hektar.

Kopi Robusta memiliki Kandungan kafein lebih tinggi, aromanya yang kuat dan terasa pahit dan memiliki rasa asem sedikit. Memiliki rasa seperti coklat ketika diseduh dan tekstur kopi lebih kasar jika dibandingkan arabika

 

Syarat Tumbuh Agar Panen Maksimal

  1. Ketinggian 100-600 mdpl dan idealnya ditanam pada ketinggian 400-800 mdpl.
  2. Suhu rata-rata 26 derajat celcius
  3. Curah hujan 2000-3000 mm per tahun
  4. Memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 5-6,5
  5. Pada kemiringan tanah kurang dari 30% dan kedalaman efektifnya lebih dari 100cm
  6. Ditanam pada tananh berlempung dengan struktur lapisan atas remah dan jarak tanamnya 2,5 x 2,5 meter atau 3 x 2 meter
  7. Dianjurkan sifat kimia tanah pada lapisan 0-30 cm

 

Pengolahan Biji Kopi

Ada 2 cara dalam pengolahan biji kopi robusta yaitu dengan pengolahan RWP (Robusta Wet Process)/pengolahan basah dan juga RDP (Robusta Dry Process)/pengolahan kering.

olahan kopi robusta

 

RWP (Robusta Wet Process) / Pengolahan Basah

RWP (Robusta Wet Process) adalah proses dimana air merupakan komponen utama selama proses pengolahan serta melalui proses pengupasan/pelepasan kulit buah menggunakan alat atau mesin otomatis  sehingga biji yang dihasilkan bersih.  Buah kopi yang sudah masak lebih mudah di proses karena pengelupasan kulit biji nya yang gampang, rendemen hasil yang tinggi, biji kopi lebih berisi dan padat  dan juga waktu pengeringan yang singkat serta wama biji serta cita rasa yang lebih baik. Buah kopi yang diproses dengan RWP diharapkan bebas dari kontaminan seperti jamur karena akan menyebabkan perubahan flavor dan kualitas biji kopi yang dihasilkan. Kelemahan proses RWP ini adalah membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

 

RDP (Robusta Dry Process) / Pengolahan Kering

Pengolahan RDP ini tergolong sederhana dimana proses pengolahan kopi tanpa melakukan  pengupasan  kulit. Buah kopi langsung dikeringkan beserta kulitnya dengan panas sinar matahari. Kemudian masuk ke proses pencucian. Tak heran membutuhkan waktu yang banyak untuk melakukan proses pengeringan. Pengolahan ini hanya digunakan pada kopi yang memiliki warna hijau atau kopi yang terserang bubuk buah. .Dengan demikian kopi dikeringkan beserta kulit buahnya

Proses pengolahan kering  ini hanya perlu untuk menghamparkan buah kopi diatas lantai/tempat penjemuran dengan ketebalan sekitar 10 cm. Di awal-awal ketika buah kopi masih basah harus sering dibalikkan dengan alat penggaruk sekali perjam secara konsisten agar proses pengeringan bisa cepat dan rata.  Tergantung cuaca, ukuran buah kopi, kematangan dan kadar air dalam buah kopi dalam pross pengeringan. Biasanya penjemuran berlangsung selama 15 hari untuk mencapai kisaran kadar air antara 15-8%. Kelemahan dari proses RDP (Robusta Dry Proses) adalah membutuhkan waktu yang lama serta tempat yang luas untuk melakukannya dan proses ini bergantung sekali pada sinar matahari.

Itulah sedikit mengenal kopi robusta yang populer di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa share ke teman pecinta kopi lainnya. Berkomentar juga jika ingin request kopi apa yang ingin dibahas selanjutnya.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *