Kopi Liberika, Kopi Minoritas yang Menawan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Sebagian orang mungkin tidak mengenali kopi liberika karena memang kurang lebih hanya 2% angka produksinya di dunia. Bukan pecinta kopi namanya jika hanya mencoba jenis kopi arabika dan robusta serta olahannya saja.

Menikmati tidak hanya sekedar rasa, namun pengetahuan tentang kopi harus terus dipelajari . Walaupun mungkin kamu merasa kurang tertarik karena rasa yang pahit dan aroma yang kuat serta nama yang asing terdengar namun kamu harus mencobanya.

Apa itu Kopi Liberika?

Kopi Liberika atau nama lain dari coffea liberica akan tumbuh dengan maksimal di daerah tropis dataran rendah dengan ketinggian diantara 400-600 mdpl dengan suhu idealnya pada kisaran 27-30 derajat celcius dengan curah hujan 1500-2500 mm pertahun. Tanaman ini bisa juga tumbuh saat tersinari matahari ataupun di bawah naungan pohon lain.

Kopi liberika masih sangat memungkinkan untuk tumbuh pada kondisi tanah yang kurang subur, bisa tumbuh diatas tanah lempeng hingga tanah berpasir dan sangat tahan  terhadap cuaca kemarau dan cuaca hujan.

 

Sejarah Kopi Liberika

Kopi liberika (Coffea liberica) adalah jenis kopi yang berasal dari daerah Liberia, Afrika.  Kopi ini mulai datang pada tahun 1878 ke indonesia sejak bangsa belanda  membawa kopi ini untuk menggantikan arabika yang mudah terserang penyakit Hemilea vastatrix.

bibit kopi liberika

Ukuran dari daun, cabang, bunga, buah dan pohon cenderung lebih besar dibandingkan dengan jenis kopi arabika dan robusta. Namun kopi liberika ini agak peka terhadap penyakit Hemilea Vastatrix sehingga tak heran pada tahun 1907 digantikan kembali dengan jenis robusta.

Ditanam secara terbatas sehingga angka produksi dan penjualannya dibawah arabika dan robusta.  Serta banyak ditanam/dibudidayakan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Afrika Barat, Guyana, Suriname. Sedangkan di Mauritius, India, Srilangka, Thailand, Taiwan, Vietnam dan Timor-timur dibudidayakan secara terbatas.

Di Indonesia sendiri kamu bisa menemukan di daerah Jambi dan bengkulu. Kopi Liberika sering disebut juga sebagai kopi nangka karena ukurannya yang lebih besar dari arabika dan robusta. Walaupun lebih besar, tapi walaupun bobot buahnya besar namun bobot dari buah keringnya hanya 10% dari bobot basahnya.

Saat ini perdagangan pasar kopi dunia hanya di dominasi 70% arabika, 28% robusta dan sisanya liberika dan excelsea. Sehingga kopi ini di Indonesia sebagian besar di ekspor ke Malaysia dan sisanya diperdagangkan secara lokal.

 

Ciri-Ciri dan Karakteristik

Ukuran buah kopi ini tidak merata dan akan tumbuh baik di dataran rendah. Bentuknya lonjong dan memiliki panjang sekitar 18-30 mm serta didalam 1 buah terdapat 2 biji kopi yang memiliki panjang 7-15 mm. Secara keseluruhan, kopi liberika memiliki ukuran lebih besar dari arabika dan robusta.

pengolahan kopi liberika

Kopi ini memiliki ukuran yang paling besar namun bobot kerinya hanya 10% dari bobot basahnya. Dalam satu buku, cabang primer akan bertahan lebih lama sehingga dapat keluar bunga atau buah lebih dari sekali. Kopi liberika sedikit peka terhadap penyakin Hemilia Vastatrix. Kualitas dari buahnya yang relatif rendah.

Aroma kopi yang tajam membuat kopi ini seikit kurang disukai oleh penikmat pemula. Aroma kuat ini bisa digunakan sebagai campuran kopi robusta untuk merasakan tambahan aroma kopi. Kopi ini juga memiliki rasa pahit dari jenis kopi lainnya. Kamu bisa menambahkan susu agar bisa menyamarkan aroma tajam dan rasa pahitnya.

Daun kopi liberika ini memiliki kandungan kafein yang lebih besar dibandingkan bijinya. Saat kopi ini diminum, samar-samar rasanya mirip kacang panjang mentah. Banyak orang yang kurang menyukai kopi ini termasuk para petani yang harus mengeluarkan upah panen menjadi relatif lebih mahal karena penyusutan bobot yang cukup besar hingga buah siap di olah.

Tapi bagi anda pecinta kopi sejati, wajib coba kopi ini untuk menambah list jumlah cicipan. Siapa tahu jenis kopi ini yang paling kamu sukai atau paling cocok. Mungkin kamu juga bisa mengkolabrasi /memodifikasi jenis liberika ini agar memiliki nilai jual dan ketertarikan bagi masyarakat lokal maupun dunia.

Itulah Kopi liberika yang asing didengar namun memiliki rasa dan histori yang menarik. Semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa share ke teman pecinta kopi lainnya. Berkomentar juga jika ingin request kopi apa yang ingin dibahas selanjutnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *