Kopi Excelsa, Kopi Langka yang Wajib Anda Coba

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Kopi excelsa terdengar asing untuk sebagian besar masyarakat Indonesia, sedikit wajar karena budidayanya yang terbatas dan hanya bisa ditemukan di beberapa daerah dataran rendah di Indonesia. Seperti halnya kopi liberika, kopi ini menjadi minoritas atau langka karena memang produksi atau kebutuhan di pasar dunia hanya 2% saja.

Sejarah Kopi Excelsa

Kopi excelsa, Pada tahun 1905 seorang ahli botanis dan ahli taxanomi asal Perancis menemukan pertama kali di sekitaran aliran sungan chari, lokasinya tidak jauh dari danau Chad di Afrika Barat. Tanaman ini seringkali disebut coffea excelsa dan juga coffea dewevrei.

Kemudian kopi excelsa ini tidak dianggap sebagai spesies tersendiri melainkan golongan dari varietas liberika yang memiliki nama ilmiah Coffea liberica var dewevrei. Klasifikasi dan tanaman ini masih banyak diperdebatkan sehingga banyak memiliki nama sinonim.

Dalam kurun 3.5 tahun buahnya sudah bisa dipanen karena termasuk tanaman kopi yang cepat menghasilkan.

Budidaya kopi ini secara terbatas seperti halnya kopi liberika, seperti yang kita tahu perdagangan dan produksi kopi dunia didonminasi oleh robusta dan arabika. Walaupun begitu, masih bisa kamu temukan di Indonesia pada daerah dataran rendah seperti jambi dan Kepulauan Riau.

 

Ciri – Ciri Kopi Excelsa

Kopi excelsa ini memiliki panjang daun sekitar 15-24 cm dengan lebar antara 17-24 cm. Bentuk daunnya membulat dengan ujung yang tumpul dan pangkal yang meruncing dan tepian daun terlihat rata namun dari permukaan masih terlihat bergelombang.

Kamu bisa membedakan dengan melihat warna daunnya yang hijau tua dengan bagian belakangnya berwarna hijau terang. Ukuran daunnya juga cukup lebar dam luas. Ketika berbunga warnanya putih dan besar.  Bijinya yang kecil daripada robusta serta mempunyai warna yang kuning cerah seperti halnya liberika.

Kopi excelsa bisa tumbuh dengan ideal pada ketinggian 0-750 mdpl. Iklim tropis dengan curah hujan sedang paling sesuai dengan tanaman ini. Curah hujan yang tinggi akan memengaruhi produktivitas karena pertumbuhannya akan berfokus pada kayu.

Tanaman kopi excelsa dapat tumbuh dan beradaptasi pada lahan yang gambut serta memiliki kadar asam tinggi. Excelsa bisa tumbuh hingga ketinggian 8 meter seringkali menjadi kesulitan dalam perawatan atau saat proses panen.

rasa kopi excelsa

Buah dari kopi excelsa memiliki panjang sekitar 2.9-3.5 cm dengan diameter 1.9-.2.1 cm. Memiliki ukuran panjang 2.1 cm-3.5 cm dengan diameter 1.6-1.8 cm saat bijinya dikupas. Buah dari pohon ini bergelombol, setiap gerombolannya disebut dompol. Setiap dompol biasanya berkisar 4-17 buah. Setiap cabang rata-rata memiliki 10 buah dompol.

Cabang dari pohon excelsa merupakan cabang primer yang cukup beragam dengan jumlah antara 3-12 cabang. Semakin banyak cabang primer, semakin besar potensi nya dalam memproduksi buah. Sehingga cabang primer memengaruhi produktivitas buah.

Tanaman ini akan menghasilkan 1.2 ton biji kopi saat panen jika di tanam dengan kondisi yang ideal. Tanaman ini akan berbunga satu hingga dua bulan dalam setahun. Sama seperti robusta, kopi excelsa ini tahan terhadap karat daun (Hemileia Vastatrix).

Bagaimana Karakteristik dari Kopi ini?

Kopi excelsa memiliki citra rasa yang cenderung asam dan mirip buah-buahan. Kopi ini akan membantu meningkatkan kekuatan rasa jika di campurkan dengan kopi lain. Kopi ini juga memberikan sentuhan atau sensasi rasa yang cukup lama di lidah.

harga kopi excelsa

Kopi langka ini harus kamu cobain langsung jika sedang berkunjung ke Jambi atau Kepulauan Riau. Semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa share ke teman pecinta kopi lainnya. Berkomentar juga jika ingin request kopi apa yang ingin dibahas selanjutnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *