Apa itu Blooming dan Rasio Blooming Kopi paling tepat

faktor yang memengaruhi blooming
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest

Didunia barista maupun home brewers, blooming menjadi momen penting yang tidak boleh terlewatkan dalam proses menyeduh kopi terutama manual brew pada pour over seperti v60. Beberapa orang beranggapan bahwa rasio blooming akan memengaruhi hasil akhir seduhan kopi yang dibuat. Apakah benar? Sebelum kebahasan tersebut, kamu harus tahu dulu apa itu blooming.

 

Apa itu Blooming?

apa itu blooming

Blooming adalah prosese pelepasan karbondioksida (CO2) yang terkadung pada kopi ketika bertemu dengan air panas. Kopi didiamkan selama beberapa hari setelah proses roasting untuk mengurangi karbondioksida yang tinggi. karbondiokasida dikeluarkan sedikit demi sedikit. Hal tersebut dinamakan degassing. Ketika anda menggunakan kopi yang kurang dari 14 hari setelah proses roasting, biji kopi menahan banyak karbondioksida sehingga gas hanya dikeluarkan secara bertahap.

Saat biji kopi di giling, karena luas permukaan biji kopi tersebut meningkat dan semakin kecil membuat pelepasan karbondioksida menjadi lebih cepat. Oleh karena itu, tingkat gilingan menentukan berapa banyak gas yang akan dikeluarkan. Itulah alasannya mengapa kopi segar digiling sebelum diseduh.

Ketika air panas menyentuh bubuk kopi, mereka seakan-akan membersihkan diri dari CO2 dengan memberikan reaksi mekar/bloom. Ketika proses blooming kita melihat kopi yang mengembang keatas dan mengeluarkan gelembung-gelembung.

Gas yang terperangkap memberikan tekanan keluar dan menahan air yang harus masuk agar menghasilkan rasa dan body pada kopi. Hal ini disebut dengan turbulensi. Ektraksi akan menjadi lemah apabila air tidak cukup merata hingga ke dasar bubuk kopi.

Dengan melakukan blooming ditahap awal, sebenarnya kita sedang menunggu agar kopi dan memberikan ruang untuk laju air. Terdapat senyawa volatil yang ditemukan dalam karbondioksida yang bisa membangun cita rasa dan menghasilkan banyak rasa yang kompleks. Untuk itu, kita mempertahankan agar lebih banyak senyawa volatil dan tidak menghabiskan CO2 pada kopi sebelum diseduh.

Beberapa orang juga menganggap bahwa semakin banyak CO2 saat blooming menandakan bahwa kopi tersebut masih fresh. Saya setuju karena, biasanya ketika kopi sudah kehilangan CO2 sebelum diseduh akan banyak perubahan pada rasa kopi yang menjadikan lebih buruk. Itulah sebabnya bubuk kopi yang disimpan terlalu lama tidak akan bisa mekar/blooming ketika di seduh.

 

Karbon Dioksida Bisa Berdampak Negatif

dampak negatif karbondioksida untuk kopi

Ada beberapa alasan mengapa CO2 bisa berdampak negatif terhadap rasa dari minuman kita terutama klo ngomongin soal kopi, diantaranya:

1. Karbon Dioksida terasa asam. Walaupun sebagian orang senang dengan rasa kopi yang asam namun itu hal yang tidak diharapkan apalagi jika kamu beli specialty coffee yang kita harapkan adalah kompleksitas rasanya.

2. CO2 menghentikan laju air terhadap kopi. Selama gas tidak bisa dilepaskan secara sempurna maka, air tidak dapat melakukan tugasnya untuk mengektraksi kopi untuk mengeluarkan semua rasa yang terdapat pada biji kopi yang diseduh.

 

Faktor yang memengaruhi blooming

faktor yang memengaruhi blooming

1. Suhu penyimpanan biji kopi, semakin tinggi suhu yang diterima semakin banyak juga pelepan gas yang terjadi

2. Kelembaban selama penyimpanan, udara yang kering memungkinkan banyak CO2 yang dilepas dan kelembaban yang tinggi memancing tumbuhnya jamur. Jadi pastikan bahwa tingkat kelembaban berada di kondisi yang ideal atau seimbang.

3. Biji kopi yang keras menandakan lebih banyak padatan gas yang tersimpan didalam biji kopi.

4. Level roasting memengaruhi proses blooming dan berhubungan juga dengan poin 3. Itulah sebabnya, light roast lebih banyak mengeluarkan karbondioksida daripada kopi yang dark roast.

5. Beberapa daerah penghasil kopi memiliki riwayat dimana lebih banyak gas yang keluar daripada daerah lainnya walaupun mungkin ketinggian dan prosesnya sama.

 

Baca Juga: Mengenal Level Roasting Kopi (Light, Medium, Dark Roast)

 

Pastikan Penyimpanan Biji Kopi Sesuai

penyimpanan kopi yang baik

Terdapat banyak pendapat mengenai penyimpanan biji kopi namun, ada 2 tipe yang paling banyak diikuti yaitu menggunakan wadah kedap udara dan kopi yang divacum. Saya sendiri menggunakan wadah yang kedap udara untuk menyimpan kopi. Namun kamu juga bisa menggunakan vacuum canister untu menyimpan kopi walaupun harganya sedikit lebih mahal.

 

Rasio Blooming Terbaik

Beberapa referensi yang saya baca ada salah satu fakta dimana Mikael Jasin di channel youtube “SSG Coffee Channel” tentang Pengaruh Rasio Blooming ke Rasa Manual Brew. Dimana disana mengatakan bahwa rasio 2x berat kopi akan menghasilkan rasa yang lebih sweetness dan rasio 3x berat kopi akan menghasilkan rasa lebih ke acidity.

Pernyataan tersebut berbanding lurus juga dengan teori yang dimiliki tetsu katsuya dalam 4:6 method nya. Dimana untuk mendapatkan sweetness pouring pertama harus lebih sedikit dari pouring kedua dan untuk mendapatkan acidity pouring pertama harus lebih banyak daripada pouring kedua. Jika dikalkulasi metode seduhnya, didapatkan pernyataan rasio blooming 2x berat kopi akan mendapatkan rasa yang lebih sweetness dan rasio blooming 3x berat kopi mendapatkan rasa lebih acidity.

rasio blooming tetsu katsuya method

Untuk lebih meyakinkan kamu dalam memilih rasio 2x atau 3x untuk blooming, saya akan memberikan pandangan lain seputar rasio blooming untuk anda sebagai berikut:

 

Rasio Blooming 2x Berat Kopi

rasio 2x berat kopi

Ketika kita mencoba menuangkan dengan rasio ini memang terlihat lebih kering. Saya sendiri sering mengaduk kembali dengan sendok agar bubuk kopi terbasahi air panas secara merata sehingga diharapkan proses blooming bekerja sempurna.

Seperti yang kita tahu, bahwa bubuk kopi menyerap dua kali dari beratnya. Artinya, ketika proses blooming apabila air tetap menetes kedalam server menandakan bahwa air tidak memenuhi semua bubuk kopi berarti kamu membutuhkan tambahan air segera. Meski bagian atas terkena air, belum tentu bubuk kopi yang berada dibawah ikut terbasahi walaupun air sudah ada yang menetes ke server. Sehingga dikhawatirkan membuat proses ekstraksi menjadi lemah dan akan mengganggu untuk tuangan berikutnya yang membuat rasa menjadi rusak.

Tapi semuanya tergantung referensi kamu, saya sendiri merasakan bahwa rasio 2x berat kopi membuat kopi mengeluarkan sweetness. Pada akhirnya memang kebiasaan dan keahlian kita untuk memaksimalkan laju air dalam kettle agar proses blooming dengan rasio ini bisa maksimal.

 

Rasio Blooming 3x Berat Kopi

rasio 3x berat kopi

Orang yang menggunakan rasio blooming 3x berat kopi hanya untuk memastikan bahwa bubuk kopi harus terkena air segera agar terektraksi secara merata karena blooming adalah step penting. Walaupun kamu menggunakan rasio ini, mengaduk kopi setelah menuang air adalah wajib.

Untuk membuktikan bahwa blooming yang kamu lakukan tepat bisa dilihat ketika pouring selanjutnya tidak ada gelembung yang muncul. Jika terjadi, menandakan bahwa kopi baru terektraksi.

Saya pun sudah mencoba dengan rasio 3x berat kopi, yang saya rasakan memang acidity nya lebih dapet. Dan kamu bisa eksperimen sendiri dirumah untuk menyadari bahwa ada perbedaan dari rasio blooming kopi.

 

Cara Melakukan Blooming Kopi

rasio blooming kopi

Kamu bisa melakukan blooming dengan cara membasahi kopi dengan sedikit air panas tergantung refrensi yang kamu gunakan. Aduk cepat bubuk kopi tersebut dan diamkan selama 30 detik. Lanjutkan dengan tuangan berikutnya sesuai metode yang kamu pegang. Untuk suhu air, biasanya saya melihat dari karakteristik biji kopi yang akan diseduh salah satunya proses pasca panen.

Seperti yang sering saya tekankan, tidak ada cara seduh kopi yang salah. Karena tujuan akhirnya adalah rasa maka, hal yang terpenting untuk dipikirkan adalah apa yang menurut kamu terasa lebih enak.

Apakah kamu sudah mengerti pengertian blooming? Rasio blooming yang banyak orang gunakan? Jika bermanfaat jangan lupa untuk share keteman dan media sosial kamu ya.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kopi Berjajar Sekarang Juga!

Dapatkan Notifikasi untuk informasi terbaru dari kami seputar kopi melalui email.

Ikuti Kopi Berjajar Sekarang Juga!

Dapatkan Notifikasi untuk informasi terbaru dari kami seputar kopi melalui email.

Home Office

Jln. Guntur Kp.Sindang Heula no 405, Sukamentri, Garut Kota, Garut. Jawa Barat. Indonesia 44116

Layanan

Informasi

Tentang

Copyright © 2020 kopiberjajar.com. All rights reserved​